sebut namaku, dunia

Just another WordPress.com weblog

love

seandainya

dia

mengerti

tentang

aku

….

seandainya

dia

tahu

apa

yang

kiungin

….

seandainya

aku

ada

disini

…..

seandainya

aku

hadir

lima

tahun

silam

disini

11000000Selasa06 9, 2006 Ditulis oleh dmecca | curhat | | & Komentar

Aku

 foto-mekah.jpg

anak pinggiran Jakarta, yang mencoba hidup dimanapun, menjadi apapun, belajar apapun, untuk bisa hidup bersama dengan kaum mustadh’afin terutama anak-anaknya, agar terus bahagia menatap masa depan  

11000000Selasa06 9, 2006 Ditulis oleh dmecca | tentang aku | | Belum Ada Tanggapan

gw di fajar banten

 ngiri.jpg

PANDEGLANG,(FB).-

Ketua Divisi Jaringan dan Komunikasi Banten Institute for Social Transformation (BaIST) M Nur Mekah mengatakan kurangnya penerapan Information Technology (IT) seperti internet di Pandeglang berpengaruh pada proses pendidikan masyarakat terutama para pelajar. Pasalnya di era yang serba digital ini peranan IT atau internet sangatlah besar untuk mendukung proses pendidikan karena dengan IT atau internet proses pendidikan dapat dilangsungkan secara lebih hidup dan mengglobal sesuai dengan kemajuan jaman serta ilmu pengetahuan.

“Dengan IT dan internet maka proses pendidikan akan lebih menarik karena dilengkapi dengan data yang up-to date, serta didukung dengan format data yang berlainan jenis baik secara tulisan, suara bahkan gerak, tapi sayangnya kemajuan IT ini seolah tak menyentuh Pandeglang,”katanya kepada Fajar Banten Minggu (25/6).

Indikator belum tersentuhnya Pandeglang oleh kemajuan IT ini dapat dilihat dari jumlah warung internet (warnet) yang masih terbatas bahkan satu-satunya yaitu warnet Pandeglang Cyber Plasa di Jalan A Yani Pandeglang. Padahl di
kota tetangga yaitu Rangkasbitung kata Mekah saat ini sudah tercatat ada 5 warnet yang berdiri.

“Bukan itu saja indicator ketertinggalan Pandeglang dalam bidang IT ini terlihat pula  di kalangan pemerintahan yang kurang memanfaatkan sarana internet ini, karena saya sendiri pernah mencoba untuk mengakses website milik pemerintah daerah Pandeglang yang ternyata datanya kurang up to date, bahkan saya pernah mndengar kalau website pemerintah ini pernah dibobol hacker yang berarti perhatian pemerintah akan sarana ini boleh dikatakan kurang, jadi jangalah mengharapkan internet untuk pelajar karena untuk pemerintah saja masih minim,”ujarnya.

Padahal bila dimaksimalkan fungsinya internet bisa mempermudah proses belajar karena menyediakan data yang cepat dari seluruh dunia dengan biaya yang relative murah demi mencetak insan unggul yang berpikiran global namun bertindak local (think global act local).

Selain itu kata Mekah tingkat melek teknologi di Pandeglangpun bisa dikatakan memprihatinkan. Pasalnya masih banyak pelajar
kota Badak yang belum bisa mengeoperasikan computer, padahal di kota-kota besar alat ini seolah sudah menjadi makanan sehari-hari bagi para pelajar untuk membantu mereka mengerjakan tugas-tugas sekolahnya.

“Mungkin pemerintah kurang tertarik pada internet dan penerapannya bagi dunia pendidikan karena memandang sisi negatifnya saja yaitu banyaknya situs di internet yang menampilkan pornografi yang dikawatirkan dapat merusak moral pelajar. Tapi saya jamin hal ini bisa diatasi karena saat ini sudah banyak program computer yang bisa diaplikasikan untuk mengunci atau memblokir situs porno sehingga penyebaran pornografi melalui internet bisa dieleminir,”tukasnya.

Ia berharap pemerintah Pandeglang dapat memperhatikan hal ini karena kata Mekah kalau Pandeglang benar-benar bertekad untuk menjadi kota pendidikan maka kemajuan teknologi dan internet tidak boleh diremehkan sehingga para pelajar di Pandeglang bisa bersaing dan mempunyai kemampuan di bidang teknologi yang sejajar dengan pelajar lainnya di kota-kota besar.(H-34)***

8000000Sabtu06 9, 2006 Ditulis oleh dmecca | aku dalam berita | | & Komentar

gw di tribun

 mecca2.jpg

Cara Tepat Untuk Memperoleh Informasi Di Era Globalisasi

Cyber Plasa Luncurkan Tiga Program Pemburu Informasi

PANDEGLANGTRIBUNSalah satu pengaruh dari era globalisasi adalah meningkatnya kebutuhan akan informasi atau data. Untuk memenuhi kebutuhan itu tentunya harus ditopang dengan kemudahan baik itu fasilitas maupun keilmuan. Seperti halnya internet menjadi salah satu solusi tepat untuk memenuhi keinginan masyarakat mendapatkan informasi dan data. Hanya saja internet bagi masyarakat Pandeglang masih dianggap hal tabu, mungkin dikarenakan fasilitasnya terbilang jarang bahkan sangat langka.             Ironis memang, di Kabupaten Pandeglang layanan internet berupa Warung Internet (Warnet) hanya ada satu dijagad Pandeglang, yakni Warnet Cyber Plasa yang berlokasi di jalan A Yani No.2 Pandeglang tepatnya berdampingan dengan Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BPD) Pemkab Pandeglang. Kehadiran Cyber Plasa ini menurut Direktur Cyber Plasa, Yandi Nurhayandi, diharapakan Cyber Plasa ini dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan, „oup put-nya dari Cyber Plasa ini mudah-mudahan pengetahuan masyarakat atau Sumber Daya manusia (SDM) khususnya masyarakat Pandeglang dapaty meningkat,“ kata Yandi.            Dikemukakan Yandi, Cyber Plasa adalah sebuah unit usaha yang bergerak dalam bidang teknologi informasi internet. Dengan unit-unit pelayanan seperti warung internet, game online, photography, photostudio dan visual design  yang saat ini sudah berjalan. Serta direncanakan juga sebagai unit usaha penjualan akses provider Internet untuk sekolah-sekolah, pelayanan pembayaran tagihan telkom-flexi dan aksesorisnya, video movie, video edit dan art work.             ’’Sebagai sebuah unit usaha lembaga Banten Institut for Social Transformation (BaIST), Cyber Plasa memberikan tujuan pelayanan akses informasi internet bagi masyarakat di wilayah yang belum memiliki fasilitas internet, serta peningkatan kemampuan masyarakat dalam bidang ini,“ pungkas Yandi.             Dalam kiprahnya, lanjut Yandi Cyber Plasa di Pandeglang, mendapati kendala diberbagai hal, diantaranya masih minimnya kebutuhan masyarakat terhadap interner serta keterbatasannya pengetahuan masyarkat dalam pengoperasian Internet, sehingga tak jarang pelanggan Cyber Plasa yang kesulitan saat akan mengoperasikan Internet. Kendala lain juga masih adanya anggapan bahwa internet adalah sesuatu yang memberatkan jika diliohat dari  segi ekonomi alias mahal. Untuk menjawab persoalan itu, Cyber Plasa, menggagas tiga program layanan yang dianggap jitu, yaitu  pertama penyediaan layanan tenaga operator internet khusus yang mumpuni. Kedua pemberlakuan tarif murah bagi pelajar dan mahasiswa yang menjadi anggota Cyber Plasa. Ketiga pelatihan internet dasar secara gratis bagi pelajar dan mahasiswa yang belum mengenal Internet dan mengoperasikannya.            Sementara itu, General Meneger Cyber Plasa M Nur Makah mengatakan, Pelatihan internet dasar gratis ini diagendakan pada hari Minggu pagi, dengan jumlah peserta disesuaikan dengan fasilitas dan peserta yang mendaftar. Dengan durasi waktu pelatihan selama satu jam, para pelajar akan diberikan materi teori dan praktek langsung di depan komputer Internet.            „Pelatihan dasar internet gratis ini dimaksudkan untuk memudahkan para pelajar dan mahasiswa dalam mengoperasikan Internet. Selain itu ini sebagai Social Corporate Responsibility (SCR) terhadap dunia pendidikan di Pandeglang termasuk didalamnya adalah peningkatan kualitas pelajar dan mahasiswa,“ kata Makah. (den)

8000000Sabtu06 9, 2006 Ditulis oleh dmecca | aku dalam berita | | Belum Ada Tanggapan

aku mulai

detik ini, aku mulai

hidup

dalam untaian

tasbih

berselimutkan

alam

8000000Sabtu06 9, 2006 Ditulis oleh dmecca | poem | | Belum Ada Tanggapan

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

8000000Sabtu06 9, 2006 Ditulis oleh dmecca | Uncategorized | | 1 Komentar